Sucofindo sebagai perusahaan jasa inspeksi, pengujian dan sertifikasi bertekad menjadi market leader di bidang produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian (mineral processing) dan pelayanan di sektor hulu migas. Demikian salah satu kesimpulan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PT Sucofindo (Persero) tahun 2015.

Sucofindo sudah punya laboratorium khusus untuk melaksanakan pekerjaan produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian. “Tahun ini kita membentuk unit bisnis yang khusus menangani sektor mineral. Sektor ini akan terus berkembang ke depannya, Karena dengan bertambahnya jumlah smelter di Indonesia,” ujar Bachder Djohan, Direktur Utama Sucofindo, dalam sambutan pembukaan Rapimnas yang berlangsung di Jakarta 16-18 Februari 2015.

Perwakilan PBNU bersama tim Sucofindo saat kunjungan ke Laboratorium Cibitung

Di sektor mineral, selama ini Sucofindo telah melakukan pekerjaan verifikasi ekspor untuk produk berupa  biji besi, nikel, konsentrat emas, tembaga dan bahan tambang lainnya. Merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk ekspor bahan tambang. Disamping itu kita juga tetap melaksanakan pengujian untuk sample hasil eksplorasi. “kini kami ingin lebih fokus lagi melayani sektor mineral dengan membentuk unit khusus tersebut ” terang Bachder.

Sucofindo juga berkosentrasi untuk terjun di sektor hulu migas dengan membentuk unit pelayanan sektor hulu migas, di antaranya dengan jasa survey seismik dan geoscience. Menurut Bachder, strategi ini sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah mendorong peningkatan produksi minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.  

lebih lanjut Heru Riza Chakim, Direktur Komersial 1 Sucofindo menjelaskan. Jasa survei seismik ini bila dilakukan akan menghasilkan peta cadangan migas. Sayangnya, di Indonesia, pangsa pasar kegiatan survei ini umumnya dilakukan perusahan survei asing sekitar 70%. Untuk itu, survey seismik penting dilakukan perusahaan nasional. 

“Peta cadangan migas nasional adalah data dan informasi strategis suatu negara, yang menurut kami seharusnya dilakukan oleh lembaga nasional” kata Heru. Oleh karenanya, melihat potensi pasar yang ada dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah meningkatkan lifting migas dalam negeri, Sucofindo sebagai badan usaha negara, kini mengembangkan kompetensi dan investasi peralatan untuk keperluan survei seismik. Selama ini Sucofindo sudah terjun di sektor hilir migas melayani inspeksi dan pengujian produk migas dan distribusinya,  maka tahun 2015 ini mulai akan mengembangkan pasar ke sektor hulu migas dalam bentuk konsultasi pencarian produksi migas.” terang Heru.

Tahun 2014 Sucofindo membukukan laba bersih sebesar Rp 137 miliar (unaudited), mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dari laba bersih tahun sebelumnya. Di tahun 2015 Sucofindo memiliki target pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun dengan laba Rp146 miliar.

http://www.sucofindo.co.id