Riset Ekonomi Mingguan 25 April 2017

0
114
 Peristiwa sebelumnya :

·         Lebih optimistis terhadap pertumbuhan. IMF merivisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2017 ke 3,5% YoY dari 3,4% YoY.

·         Ketidakpastian politik berkurang. Calon presiden Perancis ekstrim kanan Le Pen melaju ke putaran II tetapi perolehan suara masih di bawah Macron, yang didukung presiden berkuasa François Hollande.

·         Arah kebijakan moneter belum berubah. Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menahan 7 Day Repo Rate di level 4,75%.

·         Pertumbuhan belum solid. BI melihat pertumbuhan ekonomi pada 1Q17 akan di bawah perkiraan semula.

·         Isu politik masih tersisa. Mayoritas hasil hitung cepat pilkada Jakarta II menunjukkan paslon Anies-Sandi sebagai pemenang. Presiden Jokowi memberikan sinyal reshuffle kabinet.

Peristiwa penting mendatang

·         BoJ meeting ditunggu Kamis siang, BoJ rate dan jumlah stimulus diperkirakan tetap. BoJ diperkirakan cenderung dovish.

·         ECB meting ditunggu Kamis malam, ECB rate dan jumlah stimulus diperkirakan tetap. ECB diperkirakan lebih hawkish.

·         Inflasi Jepang ditunggu Jum’at pagi, diperkirakan stabil di 0,3% YoY.

·         Pertumbuhan PDB AS 1Q17 ditunggu Jum’at malam, diperkirakan melambat ke 1% YoY dari 2,1% YoY.

·         Kongres AS harus menyetujui anggaran belanja pada Jum’at untuk bisa ditandatangani oleh Presiden Trump. Jika tidak, segala kegiatan pemerintahan harus dihentikan (US Government Shutdown).

·         Inflasi Indonesia Apr17 ditunggu Selasa siang, diperkirakan naik mendekati 4% YoY.

Ulasan ekonomi mingguan

Ketidakpastian politik UE mereda, US government shutdown jd fokus. Hasil pemilu Perancis putaran I cukup meredakan ketidakpastian politik di UE  dengan capres partai ekstrim kanan yang bercokol di urutan kedua. Berkurangnya permintaan aset safe-haven tidak hanya menekan obligasi negara maju tetapi juga dollar. Sebelum beralih ke FOMC meeting minggu depan, fokus akan tertuju pada keputusan kongres AS terhadap anggaran Trump yang jika tidak disetujui bisa memicu government shutdown. Di tengah minggu juga ditunggu BoJ dan ECB meeting yang diperkirakan belum mengubah arah kebijakan moneternya. Di Jum’at malam, PDB AS 1Q17 diperkirakan melambat, alasan tambahan untuk dollar yang lemah.

Dollar lemah bantu rupiah, komoditas masih lemah. Pasca meredanya ketidakpastian politik baik lokal maupun global, rupiah diperkirakan bisa menguat di minggu ini walaupun ruangnya terbatasi oleh harga komoditas yang turun. Minggu ini faktor global akan mendominasi sentimen sebelum di pekan depan, rilis data inflasi (Selasa 2 Mei) dan pertumbuhan PDB 1Q17 (Jum’at 5 Mei) jadi fokus utama berikutnya – ketidakpastian terhadap kenaikan peringkat utang S&P juga akan intensif di awal Mei17.

LEAVE A REPLY