Riset Ekonomi Harian 28 April 2017

0
131

Berita Global

  • ECB Main Refinancing Ratetetap di 0,0% sementara besaran stimulus dipertahankan. ECB melihat permintaan domestik membaik tetapi inflasi masih di bawah target. (Reuters)
  • Initial Jobless ClaimsAS naik ke 257 ribu dari 244 ribu. (Bloomberg)
  • BOJ Policy Balance Ratetetap di -0,10% dan BoJ lebih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Jepang. (Bloomberg)
  • Inflasi Jepangturun ke 0,2% YoY dari 0,3% YoY di Mar17. (Bloomberg)
  • Trump pertahankan NAFTAtetapi negosiasi ulang diperlukan. (Reuters)
  • Kongres AS memperpanjang batas waktu persetujuan anggaran pemerintah AS hingga 5 Mei17. (Reuters)

Berita Domestik

  • Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan kisaran rupiah200-13.400 dinilai sesuai dengan fundamentalnya. (Detik)
  • OJK mencatat pada 1Q17 kredit perbankantumbuh 9,2% YoY. (Detik)
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution yakin ekonomi Indonesia1Q17 bisa tumbuh mendekati 5,1% YoY. (Antara)
  • Presiden Jokowi menegaskan akan terus mendorong pembangunan rumah murahlayak untuk masyarakat berpenghasilan rendah. (Antara)
  • BKPM menyatakan sebanyak 23 peraturan menteriyang dinilai menghambat investasi akan dievaluasi pemerintah. (Kompas)
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penurunan suku bungaKUR menjadi 7% belum bisa direalisasikan saat ini.(Kompas)

ECB pertahankan stimulus, negosiasi anggaran Trump alot. ECB yang tidak terlalu hawkish mendorong untuk dollar index kembali kuat walaupun secara umum, pesimisme di AS masih bertahan terlihat dari yield UST yang konsisten turun. Belum disetujuinya anggaran Trump serta naiknya initial jobless claims menjaga optimisme tetap rendah – pertumbuhan PDB AS 1Q17 yang dirilis Jum’at malam juga diperkirakan melambat.

Faktor ketidakpastian global tekan rupiah, level rupiah di kisaran fundamentalnya. Rupiah melemah bersama kurs di Asia pada Kamis seiring dengan sentimen negatif dari ancaman government shutdown AS. Secara umum tekanan masih akan bertahan walaupun dari domestik, sentimen positif lebih mendominasi. BI yang menyatakan fundamental rupiah di 13.200-13.400 akan membuat efek kencangnya aliran dana asing masuk, tidak akan membuat rupiah menguat terlalu signifikan dalam waktu singkat.

 

LEAVE A REPLY