Riset Ekonomi Harian 2 Mei 2017

0
134

Berita Global

  • Manufacturing PMITiongkok turun ke 51,2 dari 51,8 di Apr17. (Bloomberg)
  • ISM ManufacturingAS turun ke 54,8 dari 57,2 di Apr17. (Bloomberg)
  • Nikkei PMI MfgJepang turun ke 52,7 dari 52,8 di Apr17. (Bloomberg)
  • KongresAS menyepakati proposal anggaran 2017 pemerintahan Trump dengan beberapa pemangkasan. Pemungutan suara akan segera digelar. (Reuters)

Berita Domestik

  • Nikkei Indonesia PMIMfg Apr17 naik ke 51,2 dari 50,5. (Bloomberg)
  • BI memperkirakan pertumbuhan ekonomiIndonesia sepanjang 2017 akan berada di 5,2% YoY. (Antara)
  • Sebanyak 25 perusahaan BUMNmencatatkan kerugian dengan total senilai Rp3 triliun pada 1Q17. (Bisnis Indonesia)
  • Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Li Ka-Shing, pemilik CK Hutchison Holdings Limited di Hotel Conrad Hong Kong. Pembicaraan meliputi prospek investasi di Indonesia, terutama sektor infrastruktur. (Bisnis Indonesia)
  • Pertumbuhan uang beredarIndonesia M2 membaik ke 10% YoY dari 9,3% YoY di Mar17 sementara M1 melambat ke 14,2% YoY dari 15,5% YoY. (Bloomberg)

Kekhawatiran government shutdown surut, data AS buruk. Kongres menyepakati proposal anggaran Trump dengan beberapa catatan sehingga aktivitas pemerintah AS bisa berlangsung hingga Sep17. Dollar index pulih tetapi masih bertahan di bawah 100, masih tertekan oleh data ekonomi AS yang kurang baik: setelah pertumbuhan PDB 1Q17 diumumkan turun drastis, semalam data manufaktur juga diumumkan anjlok. Sembari menunggu hasil voting terhadap anggaran pemerintah AS, fokus akan perlahan beralih ke FOMC meetingyang dimulai Selasa dan disimpulkan Kamis dini hari; FFR target diperkirakan belum akan naik.

Tekanan depresiasi bisa berkurang, inflasi diperkirakan naik. Tekanan pelemahan rupiah yang bersumber dari pasar global bisa mereda – mayoritas kurs Asia menguat pada perdagangan Senin. Tetapi inflasi Apr17 yang diperkirakan naik ke 4,14% YoY, akan memberikan tekanan terutama ke pasar obligasi yang saat ini masih diliputi ketidakpastian spekulasi kenaikan peringkat utang oleh S&P. Pasca inflasi, perhatian akan beralih ke pertumbuhan PDB 1Q17 jelang akhir pekan yang diperkirakan naik tipis.

Sumber : Samuel Sekuritas

LEAVE A REPLY