Pemerintah Riau mencari investor yang tertarik mengelola potensi batu bara sebagai sumber energi yang terdapat di Kecamatan Langgam dan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Irhas irfan, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, mengatakan cadangan batu bara di Pelalawan mencapai 83,88 juta ton yang tersebar di Kecamatan Langgam, dan Ukui. Padahal, batu bara di wilayah tersebut masuk ke dalam kategori rangking tinggi atau high voletile bituminous, dengan nilai kalori mencapai 4.000-6.565 kalori/gram.

Pengembangan penanaman modal sektor batu bara di Pelalawan harus mampu mendorong upaya pelestarian lingkungan hidup, karena saat ini banyak perusahaan yang tidak memperhatikan pelestarian ekosistem, katanya di Pekanbaru, Minggu (4/1/2014).

Irhas menuturkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus membuat kebijakan penanaman modal yang berwawasan lingkungan atau green investment. Artinya, setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di wilayah itu harus mampu meminimalkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, dan menerapkan daur ulang untuk setiap sampah dan limbahnya.

Menurutnya, arah kebijakan penanaman modal di Pelalawan juga menyelaraskan tata ruang dan kemampuan daya dukung lingkungan sekitar terhadap industri yang akan dikembangkan. Dengan begitu, masyarakat dapat langsung merasakan nilai tambah dari investasi yang masuk ke daerah tersebut.

Pelalawan mendorong perusahaan untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, serta segala bentuk limbah yang dibuang dan berpotensi mencemarkan lingkungan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi, ujarmya.